Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa

Authors

  • Hendra Usnaini Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Novirina Hendrasarie Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Rossyda Priyadarshini Program Studi Agroteknologi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i2.28

Keywords:

Drainase, Banjir, Debit

Abstract

Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan sungai Kerekeh dan Sungai Semongkat pada  DAS Sumbawa harus dilakukan penelitian terkait daya tampung sungai/saluran dan identifikasi vegetasi pada pertemuan sungai tersebut, mengingat hamper setiap tahunnya sungai Brang Biji sebagai sungai yang menjadi muara dari pertemuan Sungai Kerekeh dan Sungai Semongkat selau terjadi banjir. Berdasarkan klasifikasi sungai berdasarkan lebar, sungai tersebut dikategorikan sungai kecil dengan karakteristik aliran yang berbeda, terbukti debit aliran Sungai Kerekeh sebesar 3,278 m³/detik lebih besar dibandingkan debit aliran sungai semongkat sebesar 0,442 m³/detik. Adapaun vegetasi pada pertemuan sungai tersebut terdiri dari pohon bambu, jati, nangka, sengon, pisang, kelapa, tumbuhan katang-katang dan tanaman widuri serta pohon malaka. Menghitung besarnya curah hujan rencana menggunakan Metode Gumbel dan Metode Haspers digunakan untuk menghitung debit banjir rencana. Curah hujan rencana diketahui sebesar 196,23 mm, sedangkan debit banjir rencana mencapai 79,483 m³/detik pada periode ulang hujan 10 tahun. Dari hasil perhitungan pada 5 (lima) titik pengamatan, hanya pada titik pengamatan ke-1 yang memiliki daya tampung saluran sebesar 150,31 m³/detik lebih besar dari pada debit banjir rencana yaitu sebesar 79,483 m³/detik dan tidak berpotensi banjir.Sedangkan ke-4 (empat) titik pengamatan yang lain dinyatakan berpotensi banjir karena daya tampung saluran lebih kecil dari debit banjir rencana yang diketahui sebesar 79,483 m³/detik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dian H. S. (2019). Penanggulangan Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Kerentanan dengan Metode Ecodrainage Pada Ekosistem Karst di Dukuh Tungu, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Jurnal Geografi, 16(1), 7–15. https://doi.org/10.15294/jg.v16i1.17136

Sjah, T., dkk (2007). Studi Pengembangan Bambu di Provinsi Nusa Tenggara Barat. PUSPEC- TRA UNRAM dan BPDAS DMS. Mataram

Gunarto. D (2010). Kajian Banjir Sungai Singkawang. Jurnal Penelitian Universitas Tanjungpura Volume XX No.4 Oktober 2010, XX(4).

Hendrasarei, N dan Swandika, IDA, (2019), Resistance of Loading Loads in Surabaya River and Its Branch with Qual2KW Model. Journal of Physics: Conference Series

Hunggurami, E. (2018). Keandalan Metode Haspers dan Weduwen pada Das Manikin. Jurnal Teknik Sipil, Vol. VII(2), 193–204.

Hendrasarie, N. (2005), Evaluasi Banjir Pada Drainase Kali Kepiting dan Kali Kenjeran Surabaya Timur, Vol.2 No.1, 2005

Kamiana, I. made. (2011). Teknik Perhitungan Debit Rencanan Bangunan Air.

Kurdi, H. (2016). Sedimentasi Pertemuan Dua Buah Sungai Pada Sungai Mangkauk Dan Sungai Riam Kiwa. Info-Teknik, 8(2), 104–113. https://doi.org/10.20527/INFOTEK.V8I2.1731

Leopold, L., Wolman, M., Miller, J., Wohl, E., & Wohl, E. (1964). Fluvial processes in geomorphology.

Maryono. (2020). Pengelolaan kawasan sempadan sungai. In UGM PRESS.

Raka, I. D. N., & Budiasa, I. M. (2011). Daerah Sekitar Mata Air Pada Lahan. 1(1), 11–21.

Sittadewi, E. H. (2016). Penentuan Jenis Vegetasi Lokal Untuk Perlindungan Tebing Sungai Siak Dengan Desain Eko - Engineering Tanpa Turap. Jurnal Teknologi Lingkungan, 11(2), 189. Https://Doi.Org/10.29122/Jtl.V11i2.1202

Sukawi. (2010). Bambu Sebagai Alternatif Bahan Bangunan Dan Konstruksi Di Daerah Rawan Gempa. Jurnal Teras, 10(1).

Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 304 tentang Penetapan Peta Daerah Aliran Sungai. (2018).

Triatmodjo.B. (2008). Hidrologi Terapan. Beta Offset Yogyakarta.

Trilita, M., Hendrasarie, N. Wahyudijanti,I. dan Dewi,PI. (2016), Arragement in Flood Control and Water Quality in Urban Drainage System : Case Study Kali Wonorejo Surabaya, HATHI, Indonesian Association of Hydraulics

Widianto, U. (2003). Agroforestri Dan Ekosistem Sehat. In International Center For Research In Agroforestry-ICRAF. Bogor. Indonesia.

Zarkasi H. (2016). Studi Pengendalian Banjir Di Kelurahan Penanggungan Dengan Saluran Banjir (Floodway).

Downloads

Published

2022-10-31

How to Cite

Usnaini, H., Hendrasarie, N., & Priyadarshini, R. . (2022). Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa. Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 14(2), 138–143. https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i2.28