Analisis Kinerja Resin Immobilized Photocatalyst dalam Meningkatkan Kualitas Efluen Limbah Cair

Authors

  • M. Khadik Asrori Program Studi Ilmu Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Euis Nurul Hidayah Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Hendrata Wibisana Program Studi Teknik Sipil, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i2.31

Keywords:

Limbah Batik, Limbah Tahu, Resin Immobilized Photocatalyst, Limbah Industri

Abstract

Limbah cair merupakan sisa hasil buangan sisa produksi atau aktivitas domestik yang berupa cairan. Limbah cair dapat berupa air beserta bahan­bahan buangan lainnya yang tercampur (tersuspensi) maupun larut didalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang perbandingan efektivitas resin immobilized foto katalis TiO2 dan ZnO dalam proses degradasi fotokatalitik senyawa toksik yang terdegradasi (%). Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten dikenal sebagai kota delta, karena diapit oleh dua sungai yaitu sungai Surabaya dan sungai porong. Penelitian ini dilakukan di pabrik tahu Muncul, Surabaya dan industri batik rumahan di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode refluks untuk parameter uji COD, metode spektrofotometer UV­Vis untuk parameter uji UV254 dan metode Atomic Absorption Spectroscopy untuk uji parameter Crom (Cr). Hasil penelitian pengaruh variasi RIPZnO adalah 1; 2; 3. Berdasarkan hasil penelitian limbah batik dan limbah tahu memiliki variasi yang lebih tinggi yaitu mencapai 75,56% untuk dosis 15 gram pada 15 jam, sedangkan limbah batik dan limbah tahu pada dosis 15 gram ke 15 jam dengan hasil 77,89%. Sedangkan pengaruh variasi terhadap penurunan konsentrasi UV254 untuk limbah batik memiliki variasi control 7,65% pada dosis 15 gram ke jam 15 dan limbah tahu dengan hasil 73,06% pada dosis 15 gram ke 15 jam. Pada penurunan konsentrasi krom (Cr), variasi control menghasilkan penurunan 73,06% pada dosis 15 gram ke jam 15 untuk limbah batik. Penyisihan tinggi COD dan UV254 didapatkan pada limbah batik dan limbah tahu memiliki nilai terendah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adusei-gyam, J. et al. (2019) ‘Natural organic matter-cations complexation and its impact on water treatment : A critical review’, 160, pp. 130–147. doi: 10.1016/j.watres.2019.05.064.

Basuki, Adi Waskito. (2010). Penyisihan. Zat Organik Pada Limbah Indutsri. Batik Dengan Fotokatalis TiO2. Tugas Akhir Teknik Lingkungan ITS.

Bhatia, S. and Verma, N. (2017) ‘Photocatalytic activity of ZnO nanoparticles with optimization of defects’, Materials Research Bulletin, 95, pp. 468–476. doi: 10.1016/j.materresbull.2017.08.019.

Caltran, I. et al. (2020). Impact of removal of natural organic matter from surface water by ion exchange: A case study of pilots in Belgium, United Kingdom and the Netherlands’, Separation and Purification Technology, 247(December 2019), p. 116974. doi: 10.1016/j.seppur.2020.116974.

Finkbeiner, P. et al. (2018). Understanding the potential for selective natural organic matter removal by ion exchange’, Water Research, 146, pp. 256–263. doi: 10.1016/j.watres.2018.09.042.

Han, F. et al. (2009). Tailored titanium dioxide photocatalysts for the degradation of organic dyes in wastewater treatment: A review’, Applied Catalysis A: General, 53, pp. 115–129.

Hidayah, E. N., Pachwarya, R. B. and Cahyonugroho, O. H. (2021). Immobilization of resin photocatalyst in removal of soluble effluent organic matter and potential for disinfection by-products’, pp. 0–3.

Hifdillah, Muhammad Hakiki; Damayati, Wisnu; Widodo, L. U. (2021). Penurunan Bod Dan Cod Pada Limbah Cair Industri Rumput Laut Menggunakan Ion Exchange dalam Reaktor Fixed Bed’, Journal of Chemical and Process Engineering, 2(2), pp. 63–69. doi: 10.33005/tekkim.v13i2.1413.

Joshi, K. M. and Shrivastava, V. S. (2011). Photocatalytic degradation of Chromium ( VI ) from wastewater using nanomaterials like TiO 2 , ZnO , and CdS’, pp. 147–155. doi: 10.1007/s13204-011-0023-2.

Kajitvichyanukul and Changul. (2005). Photocatalytic Removal Of Tri- and Hexa-Valent Chromium Ions From Chrome-Electroplating Wastewater. AJSTD Vol. 22 Issue 4 pp. 355-362

Karimi-Maleh, H. et al. (2021). Recent advances in removal techniques of Cr(VI) toxic ion from aqueous solution: A comprehensive review, Journal of Molecular Liquids. doi: 10.1016/j.molliq.2020.115062.

Lee, K. M. et al. (2016) ‘Recent developments of zinc oxide based photocatalyst in water treatment technology: A review’, Water Research, 88, pp. 428–448. doi: 10.1016/j.watres.2015.09.045.

Lee, S.-Y. and Park, S. (2013) ‘TiO 2 photocatalyst for water treatment applications’, pp. 1–9. doi: 10.1016/j.jiec.2013.07.012.

Li, Y. et al. (2017) ‘Photocatalytic reduction behavior of hexavalent chromium on hydroxyl modified titanium dioxide’, Applied Catalysis B: Environmental, 206, pp. 293–299. doi: 10.1016/j.apcatb.2017.01.044.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2019). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.16/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2019 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah.

Mphela, R. K. et al. (2016) ‘Photocatalytic Degradation of Salicylic Acid and Reduction of Cr(VI) using TiO2. June

Perwitasari, Dyah Suci. (2021). Teknologi Penurunan Kadar Ion Logam Pada Limbah Cair Industri. Jakarta. CV. Mitra Abisatya.

Preethi, dkk. (2017). Photo-reduction of Cr(VI) using chitosan supported zinc oxide materials. International Journal of Biological Macromolecules 104.

Rohman et al. 2018. Penurunan Kadar Amoniak Dan Fosfat Limbah Cair Tahu Secara Foto Katalitik Menggunakan TiO2 Dan H2O2. Jurnal Sains Natural Universitas Nusa Bangsa. Vol. 8, No.2. 87 -93.

Downloads

Published

2022-10-31

How to Cite

Asrori, M. K. ., Nurul Hidayah, E. ., & Wibisana, H. . (2022). Analisis Kinerja Resin Immobilized Photocatalyst dalam Meningkatkan Kualitas Efluen Limbah Cair. Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 14(2), 152–158. https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i2.31